Senin, 17 Desember 2012

DESIGN





SEWA TRUCK CRANE / RENTAL TRUK CRANE

Disewakan Truk Crane
Spesifikasi :
1. Truk NISSAN dan MITSUBISHI FUSO
2. Kekuatan Crane 3-8 Ton
3. Panjang Boom 6-12m
4. Doble Jack ( Depan Belakang )

5. Panjang bak 6-9m


Harga Rp. 5,5Juta/Shift ( 8 jam ) atau dengan sistem Sewa bulanan Rp. 65.000.000/bln 30hr ( Nego )
Contack Person : Edy ( 081314183020 ) Email : bj_pile@yahoo.co.id




 

Sabtu, 17 November 2012

Tahapan Pemancangan








Berikut tahapan-tahapan pemancangan tiang pondasi:

1. Pengangkatan tiang pondasi oleh mesin pancang.

Oiya,pengangkatan tiang pancang ga boleh sembarangan lho. Ada yang istilahnya "titik angkat tiang pancang". Nah, di sini lah operator mesin pancang harus mengikatkan kait tali baja untuk selanjutnya mengangkat tiang pancang dengan aman. Titik angkat tiang pancang itu dimaksudkan tidak lain adalah untuk mencegah keretakan tiang pancang dan cacat lainnya.

2. Pemancangan pondasi ke dalam tanah

Dari gambar di atas, dapat kita ketahui jenis mesin pancang yang digunakan yaitu jenis mesin pancang hidrolik (hydrolic drop hammer). Oiya, sebenarnya jenis-jenis mesin pancang itu beragam. Nanti akan kita bahas di sesi selanjutnya.. :-)

3. Penyambungan tiang pancang


Apabila dalam suatu kondisi, desain tiang pancang diharuskan mancapai pancang lebih dari 12 meter, maka salah satu solusi adalah dibuatkan sambungan pancang. Pemotongan tiang pancang tidak lain adalah untuk mempermudah mobilisasi tiang pancang beton dari pabrik pembuatan ke lokasi pemancangan.
Untuk Indonesia, tiang pancang 12 meter masih memungkinkan untuk diangkut dengan menggunakan trailer. Mungkin untuk daerah perkotaan dengan lokasi pemancangan dengan jalan masuk yang berliku, pemotongan tiang pancang dapat dilakukan lebih pendek dan memungkinkan untuk manuver selama mobilisasi.
Sambungan atau slice tiang pancang harus didesain ulang dan material sambungan juga harus direncanakan ulang karena pada bagian sambungan ini sangat dimungkinkan untuk terjadi konsentrasi stres yang berlebih, baik akibat hantaman hammer pancang ataupun beban statis bangunan sendiri. Inspeksi yang teliti harus dilakukan pada saat proses penyambungan tiang pancang ini.
Kesalahan dalam penyambungan juga dapat menyebabkan hal lain selain konsentrasi stres. Apabila penyambungan miring, maka dapat dipastikan hasil pemancangan akan miring dengan sudut tertentu dan konsentrasi stres akan lebih besar di daerah sambungan dan kepala tiang.



Proses pengelasan sambungan dapat kita lihat dari gambar di atas.. ^^


Dari gambar di atas, kita dapat menyaksikan proses penyesuaian posisi sambungan tiang pancang agar tepat berada pada posisi penyambungan.

4. Memastikan vertikalitas tiang pancang

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kelurusan tiang arah vertikal juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil akhir pemancangan tiang. Di dalam praktik lapangan, biasanya pekerja memastikan vertikalitas tiang dengan cara mengaitkan seutas benang ke penggantung dan pemberat. Kemudian menerawang tiang melalui seutas benang tersebut.

5. Mememancang kembali tiang.

Setelah proses penyambungan tiang dan pemeriksaan vertikalitas selesai, tiang pancang kembali dihantam dengan hammer pancang sampai kedalaman tertentu.

6. Pengunaan dolly

Dolly di sini merupakan sebutan suatu alat untuk membantu proses pemancangan apabila tiang pancang sudah sedikit tenggelam ke dalam tanah dan akan mencapai tanah keras.
Tiang pancang yang di-dolly harus merupakan tiang pancang yang sudah sedikit lagi mencapai tanah keras (dapat diketahui dari penurunan yang terjadi saat tiang dipancang, penurunan akan kecil) dan posisi tiang sudah berada pada level elevasi tanah atau sedikit tenggelam ke dalam tanah.


Pada gambar di atas, kita dapat melihat dolly yang sedang diangkat oleh mesin pancang. Sekedar info, massa dolly satu dolly sendiri dapat berkisar antara 2 - 3 ton dengan panjang dolly sekitar 3 - 4 meter.
Pekerjaan dolly sendiri aman sampai dengan kedalaman 2 meter, lebih dari 2 meter maka tiang harus disambung lagi (atau sesuai dengan keputusan field engineer di lapangan).
Maka dari itu, pekerjaan dolly sebisa mungkin dihindari oleh operator mesin pancang dan kru karena pekerjaan ini cukup memakan waktu.

7. Pengambilan final-set

Nah.. Inilah saat-saat yang ditunggu. Sesuatu yang berkaitan dengan judul di atas. Ya, final-set.. ;-)

Berikut final-set yang merupakan langkah terakhir dari proses pemancangan:




Itulah, proses pengambilan grafik final-set di 10 pukulan terakhir.
Pengambilan final-set merupakan proses kritis untuk menentukan kualitas pemancangan. Dan biasanya grafik ini yang menjadi acuan tim pengawas untuk memberikan penilaian terhadap pekerjaan pemancangan.

Kamis, 11 Oktober 2012

TIANG PANCANG SEMARANG



Sebagai salah satu jenis Pondasi Gedung perkantoran, Rumah tinggal, Ruko, Rukan,Pergudangan, maka sistem Pondasi Tiang Pancang Mini ternyata mampu menjawab kebutuhan kita sebagai pondasi yang Efisien, Cepat dan Ekonomis . Segmen Tiang Pancang yang digunakan adalah 6 meter dan 3 meter dengan penyambungan antar tiang menggunakan Las Listrik pada Pelat Penyambungan Tiang Pancang. Kegunaan dari Pondasi ini selain memberikan Daya Dukung yang baik dan kuat, juga menjaga dari penurunan sekecil mungkin dan seimbang.

Beberapa Jenis dan Ukuran Mini Pile :
Ø  Segi Tiga 28 x 28 cm.
Ø  Segi Tiga 32 x 32 cm.
Ø  Segi Empat 20 x 20 cm.
Ø  Segi Empat 25 x 25 cm.
 



 

Rabu, 26 September 2012

Perencanaan Pondasi Tiang Pancang

Pondasi suatu bangunan berfungsi untuk memindahkan beban-beban pada struktur atas ke tanah. Substruktur ini meliputi pondasi dan balok penghubung.
Dalam tulisan ini terlampir contoh perencanaan / perhitungan Pondasi tiang pancang.
Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang
1. Daya Dukung berdasarkan Kekuatan bahan
     P=(Ap*Tbk)+(As*Tau) ; dimana ; P    = daya dukung tiang pancang ijin (kg)
                                                        Ap  = Luas penampang tiang pancang (cm2)
                                                        As  = Luas tulangan tiang pancang (cm2)
                                                        Tbk = Tegangan ijin beton (kg/cm2)
                                                        Tau = Tegangan ijin tulangan (kg/cm2)
2.  Daya dukung tiang pancang berdasarkan data sondir (CPT/Cone Penetration Test)
     P =(qc*Ap)/3 + (JHL*Ka)/5 ;
     dimana ; P   = Daya dukung tiang pancang ijin (kg)
                   qc  = Nilai konus (kg/cm2)
                   Ap  = Luas penampang tiang pancang (cm2)
                   Ka  = Keliling penampang tiang (cm1)
                   JHL = Jumlah hambatan lekat
                   SF  = Safety factor ; 3 dan 5
3.  Daya dukung tiang pancang berdasarkan Data SPT/ Standart Penentration Test
  •      Qu = (40*Nb*Ap)
     dimana ; Qu  = Daya dukung batas pondasi tiang pancang
                   Nb   = nilai N-SPT rata-rata pada elevasi dasar tiang pancang
                           Nb = (N1+N2)/2 ;
                                 N1 = Nilai SPT pada kedalaman 3B pada ujung tiang ke bawah
                                 N2 = nilai SPT pada kedalaman 8B pada ujung tiang ke atas
                   Ap = luas penampang dasar tiang pancang (m2)
  •      Qsi = qs*Asi; dimana ;
              Qsi = Tahanan limit gesek kulit
              qs  = 0.2N—– untuk tanah pasir
                       0.5N—– untuk tanah lempung
              Asi = keliling penampang tiang*tebal lapisan
  Daya Dukung Tiang Pancang (SPT)
  •   P = (Qu +Qsi)/3

DARI HASIL KE TIGA PERHITUNGAN DI ATAS NANTI , DAYA DUKUNG IJIN TIANG PANCANG YANG AKAN DIPERGUNAKAN ADALAH NILAI DAYA DUKUNG TERKECIL.

CONTOH PERHITUNGAN
  • Beban Normal maksimum N=814.07 ton ; M=90.671Ton
  • kuat tekan beton rencana fc’=35Mpa ; fy=400Mpa
  • Data Sondir pada kedalaman 12m (qc=250kg/cm2 dan JHL=1200 kg/cm)
  • Dimensi tiang pancang yang akan dipasang 40×40 cm
Daya dukung ijin satu tiang pancang berdasarkan data Sondir (CPT/Cone Penetration Test)
P = (qc*Ap)/3 + (JHL*Ka)/5
   = (250*40*40)/3 + (1200*40*4)/5
   = 133,333+38,400
   = 171733.33 kg
   = 171,7 Ton
Daya dukung satu tiang pancang berdasarkan Sondir/CPT adalah 171.7ton
Daya dukung satu tiang pancang berdasarkan data SPT/Standart Penetration Test
P = (Qu + Qsi)/3
Data SPT
Kedalaman (m)      Jenis tanah           N
0.0 s/d 2.0           (lempung)            4
2.0 s/d 4.0           (lempung)            10
4.0 s/d 6.0           (lempung)            13
6.0 s/d 8.0           (lempung)            36
8.8 (8D)                 (lempung)            40 —–> (8*0.4)=3.2 m ; —-> 12m-3.2m = 8.8 m
10                            (lempung)           44
10.0 s/d 12.0        (pasir)               50  ——> kedalaman tiang pancang rencana 12m
13.2 (3D)                (pasir)               52 ——> (3*0.4)= 1.2 ; ——-> 12m+1.2m = 13.2 m
Qu = (40*Nb*Ap) ; ——-> Nb   = (N1 + N2)/2
                                            Nb1 = (40+50)/2 ; —–> Nb1= 45
                                                          Nb2 = (50+52)/2 ; —–> Nb2= 51
                                                          Nb  = (45+51)/2 ; —–> Nb = 48
Qu = (40*48*Ap) ; ——>   Ap = 0.4*0.4 ; —–> Ap=0.16
     = (40*48*0.16)
     = 307.2ton
Daya dukung Gesek/Friction tiang pancang berdasarkan data SPT
Qsi = qs*Asi
pada lapisan tanah hingga kedalam1- 10 m adalah jenis tanah lempung, dan lapisan tanah pada kedalaman 10-12 m adalah pasir .
qs —> untuk pasir 0.2N
qs —> untuk lempung 0.5N
kedalaman  0-10  (jenis tanah lempung)
   qs1 = 0.5N*Asi ; (ket ; 0.5N adalah karena jenis tanah lempung)
                                                Asi = keliling penampang tiang pancang*tebal
                                                Asi = (0.4*4)*10; –> Asi = 16 m2
                                         qs1 = 0.5*48*16 ; –> qs1=384ton
kedalaman 12 m —> jenis tanah pasir
qs2 = 0.2N*Asi ;  (ket 0.2N karena jenis tanah adalah pasir)
                                     Asi = 0.4*4*2
                                    Asi = 3.2 m2
                     qs2 = 0.2*48*3.2
                           = 30.72Iton
Qsi = qs1+qs2 ;     Qsi = 384+30.72
                               Qsi = 414.72ton
Daya dukung satu tiang pancang berdasarkan SPT
Pu = (Qu +Qsi)/3 ;
Pu = (307.2+414.72)/3
Pu = 240.64ton
kesimpulan
Nilai terkecil daya dukung satu tiang pancang dari metode CPT dan SPT yang akan dipergunakan pada perencanaan selanjutnya.
Daya dukung satu tiang pancang
  • berdasarkan CPT = 171.7ton
  • berdasarkan SPT = 240.67ton
Maka nilai daya dukung satu tiang pancang yang akan dipergunakan selanjutnya adalah berdasarkan CPT.

Kamis, 13 September 2012

PIPA BAJA MURAH

Ready Stock PIPA harga murah mulai dari Rp. 9300/kg ( Kwalitas Standard SNI / bisa dipertanggung jawabkan ).

* Pipa Pancang ASTM A-252 Grade 2 Spiral Welded and ERW(POLOS) / Ukuran mulai dari 30cm s/d 120cm / sesuai pesanan ( Waktu Produksi maks 10 hr )

* Pipa Baja 
Sambungan dan Bekas untuk gorong-gorong ( drainase ) diperkebunan atau pertambangan.

* Pipa Baja untuk tiang advertising, Baliho dan lain-lain. Diameter 3 inci sampai 40 inci, ketebalan 4mm sampai 18mm.





















Jumat, 07 September 2012

TRUCK CRANE

Disewakan Truk Crane
Spesifikasi :
1. Truk Baru tahun Muda ( 2000 keatas )
2. Kekuatan Crane 5-8 Ton
3. Panjang Boom 12m
4. Doble Jack ( Depan Belakang )
5. Panjang bak 9m
6. Tinggi bak samping 50cm

Harga Rp. 4Juta/Shift ( 8 jam ) atau dengan sistem Sewa bulanan.
Contact Person : 
Edy ( 081314183020 ) 
Email : bj_pile@yahoo.co.id